Terpuruk dalam masalah merupakan peluang hebat untuk kita
Einstein dilahirkan pada tanggal 14 Maret 1879 di Vim di Wurttemberg Jerman; sekitar 100 KM sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi. Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola.
Pada umur 5 tahun, ayahnya menunjukkan kompas kantung dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang kosong ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut. Dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah 1 saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya). Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena keterlambatan ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autism.
PERJALANAN HIDUP
Tahun 1882, Einstein mulai belajar matematika. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika.
Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat kota Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarga di Pavia.
Pada tahun 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesia).
Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenossische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga Negara Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva.
Dia dan Mileva memiliki seorang putrid bernama Lieseri, lahir dalam bulan Januari 1902. Lieseri Einstein pada waktu itu dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss pada tahun 1902.
Einstein menikahi Mileva pada 06 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan.
Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir.
Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doctor setelah menyerahkan thesis “eine neue bestimmung der molekuldimensionen” (‘On a new determination of molecular dimensions”) pada tahun 1905 dari universitas Zurich.
Di tahun yang sama dia menulis 4 artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu tentang gerak Brownian, efek fotolistrik, dan relativitas khusus pantas mendapat penghargaan Nobel.
KEGAGALAN YANG DIALAMI
- Beberapa kali ditolak untuk masuk ke universitas Eidgenossische Technische Hochschule
- Nilai bahasa dan biologinya rendah
- Pernah di tolak ketika melamar asisten dosen
- Ia gagal untuk mengembangkan teori medan bersatu menggabungkan kekuatan gravitasi dengan elektrodinamika
- Pada saat kelulusannya, Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah profesornya
CARA MENGATASI KEGAGALAN
Tidak mau melihat dirinya dari sisi kelemahan / kekurangan dan berusaha untuk mencari peluang dari kemampuan yang dia miliki secara maksimal walaupun pernah gagal dalam bidang lain. Berikut ini adalah langkah-langkah dalam mengatasi kegagalan.
- Langkah pertama adalah jelas mengidentifikasi hambatan, tantangan atau masalah
- Mencari solusi
- Mengembangkan alternative yang baru dalam mencari solusi
- Memilih solusi
- Pelaksana keputusan
sumber :http://sayabisa.com/2011/05/24/albert-einstein/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar